Rabu, 05 Maret 2014

Renungan ( Mencari Tuhan)


Dikisahkan ada seorang pemuda, ia tergolong pemuda yg sangat taat beragama, ini terbukti ia tidak pernah meninggalkan kewajibannya tuk memuja Tuhan.sebagai tanda cintanya kepada Tuhan pujaannya itu, dalam pikirannya telah terpatri kuat sebuah wajah yang ia yakini sebagai Tuhan. Pagi - siang-sore dan malam serta sebelum tidur ia selalu memuja Tuhan pujaannya dan yakin pada suatu saat pujaannya akan menampakkan diri dan menolongnya dari  kesulitan atau bahaya dalam kehidupannya.


Ketika memasuki musim penghujan, rumah pemuda itu  kebanjiran bahkan  hampir menenggelamkan rumahnya. Seluruh tetangga sudah mengungsi,namun hanya pemuda ini yang mencoba bertahan di tengah bencana banjir besar itu karena ia  yakin Tuhan akan datang menolongnya.
Seorang tetangga mencoba mengingatkan agar segera pergi dari rumah itu, tetapi pemuda ini tetap bersikeras bertahan dan berdoa  “Tuhan Tolong saya dan selamatkan diri hamba”.  Tak berselang lama air semakin tinggi, pemuda ini naik ke atas atap rumahnya, lagi-lagi ada tetangga yang datang memberikan  bantuan rakit berusaha menolong pemuda ini dan mengajaknya untuk meninggalkan rumahnya yang hampir tenggelam  oleh banjir.  “Aku masih menunggu Tuhan tuk menyelamatknku..jawab pemuda itu dengan tegasnya”.
Hujan tak kunjung berhenti malah tambah lebat kemudian Tim SAR dengan perahu karet juga datang untuk  berusaha menyelamatkan pemuda itu, akan tetapi pemuda itu menolaknya karena dia masih menunggu Tuhan tuk datang menyelamatkannya. Sampai akhirnya rumah tersebut nyaris tersapu banjir, pemuda itu masih bersikukuh pada pendiriannya tuk menunggu Tuhan pujaannya. Kemudian datang juga sebuah Helikopter untuk berusaha menyelamatkannya. Tapi lagi-lagi  ia menolaknya, katanya:” Aku masih menunggu Tuhan pujaanku!”

Setelah beberapa menit kemudian rumah dan pemuda itu terseret arus banjir yang begitu derasnya, karena pemuda itu tidak bisa berenang akhirnya hanyut  dan tenggelam  kemudian ditemukan mati keesokan harinya oleh Tim SAR yang mencari korban banjir .


Di alam roh, roh pemuda ini baru bertemu dengan Tuhan pujaannya. Dan roh pemuda itu melontarkan nada protes kepada Tuhan pujaannya,”mengapa Tuhan tidak datang menyelamatkannya ketika minta pertolongan?”. Kemudian Tuhan menjawabnya: “Aku sudah datang mengingatkanmu kalau hujan akan lebat dan Aku sudah sarankan agar kamu mengungsi tapi kamu menolaknya.Tuk kedua kalinya Aku datang dengan membawa rakit,dan mengajakmu mengungsi ajan tetapi kamu juga menolaknya . kemudian  Aku datang dengan membawa perahu karet akan tetapi kamu juga tidak mau Aku selamatkan ,Terakhir Aku datang dengan helikopter dan membujukmu tuk segera Kuangkut tapi engkau juga tidak mau”.Roh  pemuda itu bertanya lagi “ Tapi mengapa Kau datang dengan wujud tidak seperti yang ada dalam pikiranku?”

Sahabat Terkadang kita juga bisa seperti pemuda itu, membuat citra Tuhan sendiri-sendiri dan berusaha menolak perwujudan yg lain.
Perlu disadari bahwa Tuhan adalah Maha Segalanya, beliau menyusup, memenuhi segala entitas dari yang bergerak maupun tidak bergerak.
Semua rupa diresapi oleh Tuhan, Alam semesta beserta isinya adalah wujud kosmik dari Tuhan. Seandainya ada satu milyar manusia maka akan ada satu milyar wajah Tuhan.
Jika kesadaran ini kita miliki maka kita akan dapat menerima setiap entitas sebagai perwujudan Tuhan.dan saat itulah kita akan dapat mencintai yg lain sebagai saudara tanpa memandang perbedaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar