Kamis, 06 Maret 2014

Makna Hari Raya Saraswati


Hari Saraswati di sebut juga hari Ilmu pengetahuan, dimana pada hari ini Sang Hyang Widhi  telah menciptakan Ilmu pengetahuan bagi umat manusia untuk dapat selaras dengan alam. Hari Raya Saraswati dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia setiap 6 bulan sekali ( 210 ) hari sekali , dan
menurut perhitungan kalender Jawa Bali,hari Saraswati jatuh pada hari sabtu.
Awal mula arti Kata Saraswati sendiri berasal dari bahasa Sanskerta kata Sr yang artinya mengalir, jadi kalau diuraikan bermakna air yang mengalir melimpah menuju danau atau kolam, sedangkan Saraswati dalam Veda, mengandung arti dipuji dan dipuja atau mantra pujaan. Saraswati juga sering dihubungkan dengan pemujaan terhadap dewa Visvedevah.
Saraswati digambarkan berujud seorang Dewi cantik memakai pakaian putih bertangan empat yang membawa alat musik (Wina), genitri, pustaka suci(Kropak/Lontar), teratai dan duduk di atas angsa, semua simbol ini mengandung arti:

Pakaian Putih : Simbol dari Ilmu pengatahuan itu putih tidak tercela.
Alat musik/Wina : Simbol terciptanya Alam lalu muncul nada dan melodi.
Genitri/Tasbih : Simbol dari kekekalan antara ilmu pengetahuan dan tuhan.
Pustaka suci/Kropak: Simbol dari sumber dari segala ilmu pengetahuan.
Teratai : Simbol dari Ilmu pengetahuan itu bersifat abadi.
Angsa : Simbol dari kebijaksaan,karena angsa dapat memisahkan antara air dan lumpur saat dia meminum air bermanfaat  juga merupakan perlambang dari tiga kekuasa 3 di dunia  bisa di air, darat dan udara

Hari Raya Saraswati bisa disebut juga  hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, jatuh pada tiap-tiap hari Saniscara Umanis wuku Watugunung. Pada hari ini, seluruh  umat Hindu di bali Terutama para pamong, guru, dosen, tokoh adat, mahasiswa dan pelajar bersama bergotong royang membersihkan pusaka, lontar, buku-buku dan alat-alat tulis menulis yang mengandung ilmu pengetahuan, ajaran agama, kesusilaan dan sebagainya, lalu dikumpulkan disuatu tempat, di pura, di pemerajan atau di dalam bilik untuk diupacarai.Adapun sesajen yang digunakan terdiri dari peras daksina, bebanten dan sesayut Saraswati, rayunan putih kuning serta canang-canang, pasepan, tepung tawar, bunga, sesangku (samba = gelas), air suci bersih dan bija (beras) kuning.
Dalam upacara ini seluruh benda benda tersebut  diatas diberikan mantra, Setelah pemujaan terhadap  dewi Saraswati selesai, biasanya dilakukan semedhi ditempat yang suci di malam hari atau melakukan pembacaan lontar-lontar semalam suntuk dengan tujuan menemukan pencerahan dari Ida Hyang Saraswati (dewi Ilmu pengetahuan ).


Esok harinya yaitu Redite Pahing Sinta adalah hari Banyu pinaruh. Banyu pinaruh yang berarti air “kaweruh” atau air pengetahuan yang mengalir. Kenapa air? Dalam hal ini diharapkan manusia berperan sebagai air yang mengalir dalam menjalani kehidupan.

Banyu pinaruh adalah sebagai pensucian diri telah didapatkan atau teraliri pengetahuan yang ada untuk dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran semua manusia di dunia ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar