Rabu, 07 Mei 2014

HIV AIDS


Infeksi  HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan infeksi salah satu virus dari dua jenis virus yang secara progresif merupakan sel-sel darah putih. Kerusakan sel-sel darah putih atau limfosit menyebabkan
AIDS (Aquired Immunodeficiency Snydrome) dan penyakit lainnya sebagai dari gangguan kekebalan tubuh.
HIV tidak ditularkan melalui kontak biasa atau kontak dekat yang tidak bersifat seksual di tempat bekerja, sekolah ataupun dirumah . Belum pernah dilaporkan kasus penularan HIV melalui batuk atau bersin penderita maupun melalui gigitan nyamuk.

AIDS  disebabkan salah satu kelompok virus yang disebuat dengan retroviruses yang sering disebut dengan HIV. Seseorang yang terkena atau terinfeksi HIV AIDS sistejm kekebalan tubuhnya akan menurun drastic. Virus AiDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes. Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.

Gejala-gejala penyakit HIV AIDS adalah :

1.                  Demam tinggi berkepanjangan
2.                  Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam
3.                  Hilangnya nafsu makan, mua dan muntah
4.                  Mengalami diare yang kronis
5.                  Penderita akan kehilangan berat badan tubuh hingga 10% di bawah normal.
6.                  Batuk berekepanjangan
7.                  Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
8.                  Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan                 lipatan paha)
9.                  Kurang ingatan
10.              Sakit kepala
11.              Sulit berkonsentrasi
12.              Respon anggota gerak melambat
13.              Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
14.              Mengalami tensi darah rendah
15.              Reflek tendon yang kurang
16.              Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
17.              Infeksi jaringan kulit rambut
18.              Kulit kering dengan bercak-bercak.

Penularan HIV AIDS adalah melalui :

1.                  Hubungan seks kelamin
2.                  Hubungan seks oral
3.                  Hubungan seks melalui anus
4.                  Transfusi darah
5.                  Penggunaan jarum bersama (akupuntur, jarum tattoo, harum tindik).
6.                  Antara ibu dan bayi selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.

Cara penularan virus ini bisa bermacam-macam misalnya melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik berganti-ganti orang, transfusi darah, bahkan pada ibu hamil yang menularkan kepada bayi yang sedang dikandungnya. Jika virus HIV telah masuk ke tubuh seseorang baru beberapa tahun kemudian virus ini akan mulai menyerang sistem kekebalan tubuh pada sel darah putih. Kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV biasanya akan terus menurun dan kemudian hilang dalam kurun waktu sekitar 5 sampai 10 tahun. Pada saat itulah ciri-ciri seseorang yang terkena HIV baru muncul, seperti badan yang terus-menerus turun, mengalami diare berkepanjangan, munculnya panas tinggi yang tidak dapat sembuh, lalu diikuti dengan bercak-bercak kemerahan, dan batuk berkepanjangan. Setelah mengalami gejala-gejala tersebut, seseorang telah dinyatakan terkena penyakit AIDS. Setelah kekebalan tubuh seseorang hilang maka penyakit akan mudah menghinggapi orang tersebut. Penyakit akan terus menerus hingga, sampai suatu saat mucnul penyakit yang benar-benar berbahaya yang kemudian akan mengakibatkan kematian

Cara mencegah HIV AIDS adalah dengan :

1.                  Jangan melakukan hubungan seksual diluar nikah
2.                  Jangan berganti-ganti pasangan seksual
3.                  Abstrinensi (tidak melakukan hubungan seks)
4.                  Gunakan kondom, terutama untuk kelompok perilaku resiko tinggi jangan menjadi donor                 darah
5.                  Seorang ibu yang didiagnosa positif HIV sebaiknya jangan hamil.
6.                  Penggunaan jarum suntik sebaiknya sekali pakai
7.                  Jauhi narkoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar