Jumat, 16 Mei 2014

Dewa Indra


Dewa Indra adalah dewa cuaca dan dewa perang serta menampilkan karakter cinta dan keberanian.
Berbagai kisah tenang Indra banyak disertai dengan nuasa romatis dan keberanian.
Indra secara visual biasanya digambarkan sebagai
memiliki kulit merah dan empat lengan, serta memegang senjata petir yang disebut Vajra.

Dia merupakan anak Prthivi dan Dyaus Pita atau representasi Bumi dan Langit, dan sering dikatakan pula sebagai saudara kembar Agni, sang dewa api.
Indra menikah dengan dewi Indrani dan memiliki banyak anak termasuk Midhusa, Nilambara, Rsabha, Sitragupta, Rbhus, Arjuna, dan Jayanta.
Dalam pertempuran Indra tak tertandingi. Dia membela baik manusia dan para dewa dari kekuatan jahat.
Indra dikenal maju ke pertempuran bersama tunggangannya, Airavata atau gajah putih besar dengan empat gading.
Vajra, senjata Indra, mampu menembus semua material dan bisa digunakan sebagai tombak, gada, dan pedang.

Pertempuran terkenal Indra untuk membela manusia adalah saat melawan naga Vritra. Akibat keserakahan, Vritra dikisahkan menimbun semua air di bumi sehingga tidak menyisakan sedikitpun untuk manusia
Manusia tidak mampu mengalahkan Vritra akibat terlalu lemah dan kekurangan air untuk bertempur.
Akhirnya, lahirlah Indra, dengan tugas besar pertama membebaskan air dari Vritra. Indra lantas meminum Soma atau minuman kekuatan yang merupakan pemberian para dewa sehingga menjadi sangat kuat.
Indra berjuang menerobos sembilan puluh sembilan benteng sebelum akhirnya bertemu Vritra. Mereka bertempur di langit, berimbang dalam kekuasaan, sehingga belum tampak siapa yang akan jadi pemenang.
Di tengah pertempuran, Indra melesat atas awan dan meraih senjata petir, Vajra. Dengan senjata itu, Indra berhasil mengalahkan Vritra dan membuka perutnya untuk membebaskan semua air di bumi.

Peran Indra pada akhirnya tergeser oleh Trimurti yaitu Wisnu, Brahma, dan Siwa.
Pada versi cerita Vritra yang datang kemudian, Indra digambarkan sebagai tidak terlalu kuat sehingga membutuhkan bantuan Wisnu dan Siwa untuk menghancurkan sang naga.
Indra akhirnya ditempatkan sebagai penguasa para dewa kecil yang masih tunduk pada kekuasaan dewa yang lebih besar.

Dalam berbagai cerita yang muncul kemudian, Krishna yang merupakan penjelmaan Wisnu dikisahkan pula kebal terhadap kekuatan Indra karena semua kekuatan Dewa Indra merupakan bersumber dari Kekuatan Dewa Wisnu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar